Sabtu, 20 November 2010

Sabtu, 05 Juni 2010

Keistimewaan Seorang "AYAH"

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: ?Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?? Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”

Dengan kerut kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-Laki.” Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah Ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-Laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-Laki, aku membuatnya sebagai Pemimpin Keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan Keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar Keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. “

“Ku-ciptakan Bahunya yang Kekar & Berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh Keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh Keluarganya. “

“Ku-berikan Kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar Keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. “

“Ku-berikan Keperkasaan & Mental Baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi Keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi Keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi Keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”

“Ku-berikan Kesabaran, Ketekunan serta Keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing Keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. “

“Ku-berikan Perasaan Keras dan Gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi Keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan Kebijaksanaan & Kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan Kerutan diWajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-Laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia &

BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-Laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. “

“Ku-berikan Kepada Laki-Laki Tanggung Jawab penuh sebagai Pemimpin Keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh Laki-Laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. ” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah…

With Love to All Father ” JIKA KAMU MENCINTAI Ayahmu atau merasa sebagai AYAH, kirimkanlah ceritera ini kepada teman teman yang anda sayangi dan cintai atau orang lain, agar seluruh orang didunia ini dapat Mencintai dan Menyayangi Ayahnya dan Mencintai Kita Sebagai Seorang Ayah

Note:

Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya…. ……… ……… ……… …..

Berbahagialah yang merasa sebagai Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik buat keluarga kita…….. ……… ………

Selasa, 11 Mei 2010

aku dan sehelai pita kuning

Ada yang pernah mendengar ataupun membaca cerita tentang sehelai pita kuning??? itu adalah kisah nyata puluhan tahun yang lalu. jika belum, akan aku ceritakan kisah itu....
"Kisah sehelai pita kuning"
Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya. Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara. Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis: Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku... Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku. Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan. Kita mesti lihat apa yang akan terjadi." Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya. Dia tidak melihat sehelai pita kuning. Tidak ada sehelai pita kuning. Tidak ada sehelai. Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning bergantungan di pohon beringin itu. Seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree", dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973. [sumber: motivasi.net]
bisakah kalian mengambil hikmah ataupun peajaran dari kisah ini???

Senin, 12 April 2010

tentang sebuah rasa,,,

aku mengingatmu dalam khayal yang membuatku terbang hasrat yang meyakinkanku bahwa aku bisa bermimpi memikirkanmu membawa senyum di hatiku melihatmu melelehkan airmata dari beku jiwaku andai bisikan menjadi mantra dan harap menjadi pinta kan ku teriakkan namamu dalam do'a tersuciku tahukah kau??? perpisahan terjauh bukan antara bumi dan surga tapi saat kau ada di hadapanku dan kau tak tahu aku mencintaimu.....!

Kamis, 01 April 2010

about love

Pernahkah kamu merasakan…. Bahwa kamu mencintai seseorang…. Meski kamu tahu ia tak sendiri lagi…. Dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas…. Tapi kamu tetap mencintainya…. Pernahkah kamu merasakan…. Bahwa kamu sangguh melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai…. Meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti tapi ia tetap pergi…. Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta…. Tersenyum kala terluka…. Menangis kala bahagia…. Bersedih kala bersama…. Tertawa kala berpisah…. Aku pernah…. Aku pernah tersenyum meski kuterluka…. Karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku…. Aku pernah menangis kala bahagia…. Karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja…. Aku pernah bersedih kala bersamanya…. Karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti…. Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya…. Karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki…. Dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku…. Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang Cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga. Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik dari orang tua… sahabat.. kekasih dan Akhirnya pasangan hidupnya…. Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah.. karena cinta itu sangat indah. Semoga kalian selalu berbahagia…. Buat temanku yg sedang terluka karena cinta…. Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar…. Satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit…. Tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya…. Bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu…. Buat temanku yang tidak percaya akan cinta…. Buka hatimu jangan menutup mata akan keindahan…. Yang ada di dunia maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia…. Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah…. Karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejap…. Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu…. Buat temanku yang mempermainkan cinta…. Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk dipermainkan…. Cinta bukan suatu kehampaan…. Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta…. Dan mulai merasakan kebahagiaan yang seutuhnya….

sepatah kata untuk......

Aku selalu berusaha tak menangis karenamu, karena setiap butir yang jatuh, hanya makin mengingatkan, betapa aku tak bisa melepaskanmu. Aku tak pernah tau kebahagiaan sesungguhnya, sampai ketika aku mendapatkan cintamu. Dan aku tak pernah tau derita sebenarnya, sampai aku kini kehilangan itu. Terima kasih telah mengenalkanku pada kedua rasa yang tak akan kulupa. Walau kau buat aku menangis, aku tetap mengkhawatirkan keadaanmu. Walau kau semakin acuh, aku malah makin merindukanmu. Bahkan jika kau sebenarnya telah beralih kepada yang lain, aku akan berusaha berbahagia untukmu. neXt….. Hari ini aku menangis bukan karena merindukanmu, atau mendambamu kembali. Tapi karena akhirnya aku sadar, aku bakal baik-baik saja tanpamu.

Sabtu, 27 Maret 2010

Untuk Adinda Tersayang

"Tak pernah aku sangka begini jalannya semua berlalu begitu cepat hingga terasa tiada ruang untuk berehat cerita kita hampir sama jalan kita juga tak jauh berbeda tapi tak sedikitpun aku berharap kau kan temukan ending yang sama Dinda..... hidup ini hanya sementara apa yang ada juga hanyalah amanah dari-Nya dia dan cintanya juga hanya titipan dari-Nya tak pantas jika terus meratapinya Dinda........ aku tahu semua ini berat untukmu aku juga tahu tak mudah begitu saja untuk berlalu tapi kau harus kuat layaknya batu karang yang tetap bertahan meski diterjang gelombang Patah tumbuh, hilang berganti tak semua yang kita anggap baik, itu memang baik untuk kita dan tak semua yang kita anggap buruk,itu buruk untuk kita hidup ini memang penuh dengan rahasia tapi aku yakin kamu pasti bisa melaluinya cerita ini masih sepenggal masih banyak episode yang harus kamu selesaikan Tak banyak harapku tak banyak juga inginku ku mau kau tetap tersenyum untuk duniamu dan percayalah........ dibalik tusukan duri tajam setangkai mawar yang kau petik masih ada harum wangi yang bisa kau nikmati" *(untuk "dia" yang ingin meninggalkan dunia, tapi kan slalu aku coba untuk menahannya.......)