Kamis, 17 Desember 2015

Muhasabah Cinta

Ku titipkan sebuah rindu untuk dirinya yang telah lama dinanti.
Kutitipkan setumpuk asa untuk Sang Maha Pemberi cinta sejati.

Jangan lah mencintai orang yang tidak mencintai Allah;
jika dia meninggalkan Allah, dia pun bisa meninggalkanmu (Imam syafi'i).

Penantian panjang ini adalah nikmat yang tidak semua orang bisa merasakan. Berbahagialah mereka yang bisa merindukan pernikahan, rindu kebahagiaan, dan ingin menjadi penyejuk mata dan hati bagi pasangan sah nya.
Penantian ini adalah hadiah untuk kita yang masih ingin belajar, memantaskan diri juga belajar mencintai Allah dan tumbuh dalam ketaatan kepadaNya.

Allah, aku tau Engkau tak pernah tidur. Aku hanya perlu bersabar dengan segala kerendahan hatiku.
Maka buatlah aku menunggu dalam ketaatan kepadaMu.

Jodoh itu sesuai dengan kualitas pribadi kita. Allah memang hanya akan mempertemukan kita dengan jodoh idaman pada waktu yang tepat.
Tetaplah istiqomah dalam menanti dan menjemputnya.
Allah mengatakan bahwa parameter seseorang ketika ingin mrngtahui jodohny adalah dengan melihat kemampuannya mengenali diri sendiri. Karna Allah memberikan jodoh kepada kita berdasarkn iman kita.

Pangkalan Bun, April 2015
-fath
Terinspirasi dari Buku Muhasabah Cinta

DAWUHE KH. Maimun Zubair

" Nek milih bojo iku sing ora patiyo ngerti dunyo.
Mergo sepiro anakmu sholeh, mergo sepiro sholehahe ibune.

Sohabat Abbas iku nduwe bojo ora seneng dandan, nganti sohabat Abbas isin nek metu karo bojone.
Tapi beliau nduwe anak ngalime poll, rupane Abdulloh bin Abbas.
Sayyidina Husain nduwe bojo anake Rojo Rustam (Rojo Persia).
Walaupun asale putri rojo, sakwise dadi bojone Sayyidina Husain wis ora patiyo seneng dunyo.
Mulane nduwe putro Ali Zainal Abidin bin Husain, ngalim-ngalime keturunane Kanjeng Nabi.
Kiai-Kiai Sarang ngalim-ngalim koyo ngono, mergo mbah-mbah wedo'e do seneng POSO.

Syekh Yasin Al Fadani (ulama' asal padang yang tinggal di mekah) iku nduwe istri pinter dagang, nduwe putro loro.
Sing siji dadi ahli bangunan sijine kerjo neng transportasi.
Kabeh anake ora ono sing nerusake dakwahe Syekh Yasin.

Neng Al Qur-an (ﻧﺴﺎﺅﻛﻢ ﺣﺮﺙ ﻟﻜﻢ) Istri iku ladang kanggo suami.
Sepiro apike bibit tapi nek tanahe atau ladange ora apik, ora bakal ngasilno pari apik.
Intine iso nduwe anak ngalim, nek istrine ORA PATIYO NGURUSI DUNYO LAN KHIDMAH POLL KARO SUAMINE.

Nek awakmu milih istri pinter dunyo, awakmu kudu wani tirakat.
Nek ora wani tirakat, yo lurune istri sing ahli dzikir, awakmu sing mikir dunyo alias kerjo."
Semoga bermanfaat...

#taken from Facebook
Oktober 2015

Saat aku pulang

Sudah ku ceritakan pada angin
Tentang dunia yang penuh canda tawa
Sudah pula ku ceritakan pada hujan
Tentang mimpi yang terbalut sandiwara

Mungkin aku rindu
tapi rinduku terbalut malu
Seperti malam yang mambalut bintang
Akan ada fajar yang menjemput senja
Begitupun aku dan kamu
Tunggu saja
Nanti, saat aku pulang

Palangka Raya, 10 Desember 2015
-fath

Jodoh, Hujan, dan Kamu.

Tuhan menjodohkan kamu dengan seseorang yang kamu butuhkan,
bukan yang kamu inginkan.
Jika ternyata dia adalah orang yang sama,
itu sungguh bonus luar biasa.

Buatku, kamu dan hujan itu sama.
Sama-sama ngangenin kalo nggak ada,
Sama-sama nenangin kalo ada,
Sama-sama bikin adem kehadirannya,
Sama-sama hanya bisa dinikmati dari balik kaca,
dan
Sama-sama bakal bikin sakit kalo di paksa untuk selalu ada...

Kota Cantik, 11 Desember 2015
-fath

Rabu, 16 Desember 2015

Penggila Hujan

Aku rindu menggila
Melepas penat
Menelanjangi kegalauan
Menyetubuhi kedamaian
Kesendirian terkadang menenangkan
Setidaknya bagiku
Nona pecinta hujan

Hey, bicara tentang hujan
Sama saja seperti bicara tentang kau,Tuan
Tentang rasa yang datang dan pergi tanpa permisi
Seperti gerimis yang menghapus tangis
Atau seperti hujan badai
Yang menenggelamkan rinai

Mungkin seperti itulah aku mencintaimu, Tuan
Sedikit gila tapi inilah cinta
Bagai bintang yang ditelan malam
Ahk itu masih indah
Setidaknya ia bisa membuatmu merasa nyenyak tidur semalaman
Seperti di ninabobokan alunan lagu ketenangan

Kota Cantik, 11 Desember 2015
-Fath

Perindu Senja

Perindu Senja
Ada semburat merona tatkala aku menyapanya
Seulas senyum merekah dari bibir merahnya
Keping mozaik beterbangan layaknya aurora yang bertebaran
Disini tuan
Aku masih berdiri
Menanti hilangnya hati
Yang termakan gelapnya hari
Hingga nanti senja datang kembali

Kota Manis, Desember 2015
-Fath

Sang Bayu

Aku jatuh cinta pada sang bayu
Pada sapa hangatnya ketika dingin menyapa
Pada usap lembutnya tatkala mentari menunjukkan kerasnya dunia
Juga pada amarahnya ketika dunia mulai menggelayut manja

Aku jatuh cinta pada sang bayu
Jatuh cinta begitu saja
Iya, aku terjatuh lalu mencinta
Bukan jatuh lalu bercinta

Meski ia datang dan pergi begitu saja Namun hadirnya bagai senja yang merona
Membuat indah siapa pun yang memandangnya

Kota Manis, Desember 2015
-Fath

Jumat, 20 November 2015

Tanpa Judul

Aku jatuh cinta
Dengan mudah begitu saja

Tapi aku tak tahu jatuh cinta dengan siapa

Rasanya aneh, ketika tiba ada rasa yang meletup letup penuh kebahagiaan,lalu tak berselang lama muncul rasa aneh yang menyilukan

Aku ingin jatuh cinta berkali kali, pada orang yang sama, di waktu yg berbeda. Yaitu dimasa mudanya, masa menuanya, hingga masa tiadanya.

Fath

Kota Manis, 22 November 2015

Mencintai Perempuan yang Gemar

Menulis Mencintai perempuan yang gemar menulis
Kau akan tahu Kau harus bersikap lebih manis
Karena kata-kata baginya adalah candu
Serupa rindu yang mampu ia genggam berlama-lamanya waktu.

Mencintai perempuan yang gemar menulis
Kau seharusnya bersyukur
Karena seburuk apapun sikapmu
Akan tetap ia abadikan namamu
Dalam setiap goresan pikirannya
Ya, kau akan abadi.
Baginya kau abadi.

Mencintai perempuan yang gemar menulis
Kau harus (setidaknya) rajin membaca
Karena seringkali, diamnya adalah alat
Untuk ia tuangkan dalam tulisan khidmat Dari sana kau tahu
Bahwa sesungguhnya ia gemar berkata
Hanya saja, bukan lewat bibir indahnya.

Mencintai perempuan yang gemar menulis
Kau harus berhati-hati
Karena bila kau membuatnya sakit hati
Kau akan terkejut
Betapa tulisannya lebih dari sekedar mengiris nurani
Ia bisa membuatmu sekejap ‘mati’

Mencintai perempuan yang gemar menulis
Kau harus menghargai setiap tetes tintanya
Karena selain buah pikir, itu juga adalah separuh hidupnya : seperti juga kau, yang dicintainya.

Bukittinggi, 27 Maret 2015
- Tia Setiawati

Kamis, 19 November 2015

Tentang Rasa

Ada sebuah rasa
Yang terselubung dan terkungkung
Dalam jerat kalbu nan biru

Ada sebuah cita
Yang terikat dan tercekat
Dalam malam yang gelap dan pekat

Ada sebuah nama
Yang terpasung dan terkurung
Dalam alunan lagu nan syahdu

Ini bukan tentang cinta
Yang didalamnya mengandung berjuta cerita
Ini juga bukan tentang hati yang menghadirkan ribuan mimpi

Tapi ini tentang kita
Yang terlahir dalam mimpi yang tak sempurna.

-Kota Manis, 19 November 2015-