Perindu Senja
Ada semburat merona tatkala aku menyapanya
Seulas senyum merekah dari bibir merahnya
Keping mozaik beterbangan layaknya aurora yang bertebaran
Disini tuan
Aku masih berdiri
Menanti hilangnya hati
Yang termakan gelapnya hari
Hingga nanti senja datang kembali
Kota Manis, Desember 2015
-Fath
Tidak ada komentar:
Posting Komentar